Copyright © Muhammad Abdan Syakuran
Design by Dzignine
Selasa, 02 Juli 2019

Penulisan Bebas 1

Sudah sebulan berlalu sejak lebaran terakhir, tidak setiap tahun saya mudik ke kampung halaman. Mungkin saat kecil hampir tiap tahun karena kakek dari ayah masih ada. Namun sekarang rasa keinginan mudik berkurang karena beliau sudah wafat, hanya tersisa kerabat saja disana. Sebenarnya tahun 2018 kami sekeluarga pergi mudik ke Palembang karena ada uwa atau sebutan dengan bahasa disana yaitu panda meninggal dunia. Padahal beliau sangat dekat dengan keluarga kami.

Beliau pernah beberapa kali ke rumah saya di bogor. Jarak yang cukup jauh dari Palembang ke bogor namun beliau tetap tidak melupakan silaturahmi. Saat pergi ke sini, hanya panda dan menantu perempuan yang datang tidak ada laki-laki dewasa yang mendampingi namun salutnya mereka tetap berani. Ingat sekali beliau mau memberi kejutan dengan berkunjung ke rumah saudaranya yang di bogor tanpa bilang-bilang. Lucunya hal itu gagal karena sudah keliling komplek ternyata lupa alamat rumahnya dimana, jadinya mau tidak mau harus telpon saudaranya itu. Dan kegagalan tidak datang sekali, setelah ditelpon ternyata beliau tidak sedang dirumah. Apes sekali rasanya saat itu, sudah jauh-jauh datang tapi tidak bertemu. Namun kami semua lewati itu dengan ketawa. 

Tidak disangka pertemuan terakhir kita pada saat itu. Menurut anaknya sebelum beliau meninggal, ia sempat merasakan tidak enak badan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Biasanya beliau tidak ke rumah sakit bila penyakit yang diderita tidak begitu parah, namun saat itu beliau ingin ke dokter. Tidak disangka-sangka pada hari yang bersamaan sekitar jam 4 sore beliau meninggal dunia. Ditelpon lah keluarga di bogor yang sempat tidak percaya karena tidak pernah ada cerita tentang sakitnya beliau. Semuanya syok terlebih ibu saya yang sangat dekat dengan beliau. Tanpa pikir panjang kita sekeluarga langsung ke Palembang. Padahal posisi kakak saya ada di Bandung saat itu dan kita janjian di bandara soekarno hatta agar berangkat bersama-sama. Sampai disana malam hari sekali, kita ke rumah beliau menggunakan grab car. Jaraknya sangat jauh dari bandara, namun perjalanan sangat lancar karena jalanan yang begitu sepi. Sesuai perkiraan sampai di lokasi almarhum sudah dimakamkan. Lokasi pemakaman beliau di pemakaman bom baru. Cukup jauh dari rumah karena jalan yang dilewati harus memutar sebab melewati sungai musi.

Keesokan harinya kami melayat ke pemakaman almarhum di bom baru, lokasinya dekat dengan pelabuhan kapal yang bertujuan bangka belitung. Mungkin tahu akan lebih cepat ke lokasi pemakaman karena adanya jembatan musi IV. Pemakaman yang menurut saya kurang teratur itu akhirnya dipenuhi dengan kerabat dan saudara yang datang. Beberapa hari kita disana dan pulang kita menggunakan pesawat. Berbeda dengan saat berangkat, kita pulang dengan tujuan bandara halim perdanakusuma. Tidak seperti bandara soekarno hatta, bandara halim perdanakusuma cukup kecil dan tidak banyak maskapai lalu lalang di bandara tersebut. Positifnya lokasi bandara halim perdanakusuma lebih dekat ke bogor dibanding bandara soekarno hatta yang menempuh waktu 2 jam. Setelah sampai dirumah kita semua langsung beristirahat karna kondisi yang kelelahan.

Tugas 4

Reading Comprehension

Reading Comprehension bertujuan menguji kemampuan anda dalam memahami, menginterpretasikan, dan menganalisis teks/bacaan mengenai berbagai macam topik. Reading Comprehension terdiri dari empat sampai 6 teks/bacaan kira-kira 200 s.d. 450 kata. Setiap teks biasanya diikuti oleh 7 sampai 12 pertanyaan. Jumlah soal untuk Reading Comprehension adalah 50 soal. Topik bacaan biasanya berkaitan dengan masalah-masalah akademik, terutama textbook mengenai: biologi, geografi, fisika, sejarah Amerika, biografi, ekonomi, ilmu-ilmu sosial dan seni.

Strategi Mengerjakan Soal Reading Comprehension

  1. Teks bacaan tidak perlu dibaca semua (dari awal hingga akhir). Hal ini hanya akan membuang-buang waktu.
  2. Bacalah pertanyaannya dahulu dan pahami maksudnya kemudian baru cari Jawabnya di dalam teks.
  3. Jangan berpikir terlalu lama pada kata atau frasa yang Anda sendiri tidak tahu maksudnya. Cobalah menebak, maksudnya sebab waktu Anda sangat pendek.
  4. Identifikasi kata benda dan kata kerja yang penting.
  5. Bacalah sekilas, amati kalimat pertama masing-masing paragraf.
  6. Bacalah teks dengan cermat, tandai poin-poin utama, nama-nama, definisi, simpulan, tempat, dan angka-angka.
  7. Jawablah pertanyaan, tetapi jangan terlalu lama pada satu pertanyaan. 
  8. Anda harus mengisi semua jawaban. Jika harus menebak jawaban, pilihlah jawaban B atau C. Ingat, jawaban yang salah tidak akan mengurangi nilai Anda.

Jenis Pertanyaan

Menjawab pertanyaan bagian Reading Comprehension, dapat dipersiapkan dengan memahami berbagai jenis pertanyaan. Berikut ini adalah berbagai tipe pertanyaan yang sering muncul di TOEFL.
1. Pertanyaan tentang Topik atau Tema
Topik utama merupakan subjek utama bacaan, tentang apa bacaan itu. Topik atau tema bisa berupa: inti isi tulisan (the text is about) atau judul tulisan (title). Topik merupakan salah satu item yang hampir bisa dipastikan keluar pada setiap tes TOEFL.
Contoh pertanyaan topik:
  1. What is the main topic of this passage? (Apa topik utama bacaan ini?)
  2. The text is mainly talking about? (Bacaan ini terutama sedang membicarakan tentang)
  3. The passage is about? (Bacaan ini mengenai.)
TIPS
Untuk mengetahui topik sebuah bacaan Anda tidak perlu membaca secara detail dan mendalam, yang perlu Anda lakukan sebagai berikut.
  • Membaca kalimat pertama dan terakhir pada tiap-tiap paragraf bacaan.
  • Temukan kata kunci (keyword) yang selalu diulang-ulang baik pada bagian awal, tengah, atau akhir terutama bagian simpulan.
  • Kata kunci (keyword) ini dapat berupa sinonim atau kata yang sama artinya.
  • Jika pertanyaan mengenai suatu topik, maka Jawabnya berupa satu kata atau bentuk frasa (kelompok kata).

2. Pertanyaan tentang Gagasan Utama (Main Idea)

Main idea adalah pokok pikiran dari sebuah paragraf yang memuat keterangan, penjelasan, uraian atau pendapat dari si penulis tentang topik (pokok bahasan). Gagasan utama merupakan penjelasan untuk judul dari topik, menjelaskan dari sudut pandang si penulis. Gagasan utama merupakan penjelasan topik, maka akan lebih panjang dan berupa kalimat lengkap.

Contoh gagasan utama (main idea):
  1. What is the main idea of this passage? (Apa gagasan utama bacaan ini?)
  2. What is the text talking about? (Teks ini menceritakan apa?)
  3. The main idea of this passage is… (Gagasan utama daripada bacaan ini adalah…)
  4. What’s the author main idea of paragraph 2? (Apa ide utama paragraf 2 menurut pengarang?)
TIPS
Untuk mencari gagasan utama, yang perlu Anda lakukan sebagai berikut.
  • Cari dulu topik/tema dari paragraf pertama.
  • Perhatikan kata-kata/frasa dalam mengembangkan topik.
  • Perhatikan simpulan dari paragraf tersebut yang akan mengungkapkan main idea-nya.
  • Main idea dari sebuah bacaan biasanya terdapat pada dua kalimat pertama.
  • Jika pertanyaan tentang main idea atau pokok pikiran, jawabnya berupa kalimat lengkap (complete sentense), yaitu terdiri dari subjek dan predikat.

3. Pertanyaan tentang Judul (Title)
Untuk menjawab pertanyaan jenis ini, bacalah paragraf satu, atau beberapa paragraf awal. Judul biasanya berupa kata, frasa, atau kalimat sangat pendek.
Contoh pertanyaan judul:
  1. What is the best title of the passage? (Apa judul yang paling tepat/terbaik untuk bacaan ini?)
  2. What will be the most suitable title for the passage? (Apa judul yang paling tepat/sesuai untuk bacaan ini?)

4. Pertanyaan tentang Tujuan (Purpose, Aim)
Tujuan merupakan alasan utama menulis bacaan itu. Tujuan ini dapat ditemukan pada paragraf pertama atau kedua. Biasanya berhubungan erat dengan main idea.
Contoh pertanyaan main idea:
  1. What is the purpose of the text? (Apa tujuan/maksud bacaan ini?)
  2. What is the aim of the passage? (Apa tujuan bacaan ini?)

5. Pertanyaan tentang Informasi Detail (Detailed Information)

Salah satu bagian penting dalam Reading Comprehension adalah menjawab tentang detail. Pertanyaan ini menanyakan fakta-fakta yang terdapat dalam bacaan mengenai: Who, What, Where, When, How.
Sebagian besar pertanyaan pada bagian pemahaman bacaan termasuk dalam kategori tipe pertanyaan detail. Tipe pertanyaan ini bertanya mengenai sebagian kecil dari bacaan, bukan bacaan secara menyeluruh dan sekaligus bertanya mengenai informasi tersurat yang diungkapkan dalam bacaan.
TIPS
  • Pertanyaan macam ini menyangkut rincian atau detail yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dalam bagian.
  • Jawaban atas tipe pertanyaan ini pada umumnya dapat langsung ditemukan dalam bacaan.
  • Jawaban atas pertanyaan macam ini umumnya diberikan secara berurutan dalam bacaan.
  • Dalam banyak hal, pertanyaan detail menuntut Anda untuk memilih jawaban yang merupakan parafrasa, atau pengungkapan ulang intonasi yang sama dengan kata-kata yang berbeda, dan fakta yang terdapat dalam bacaan. Suatu parafrasa menyampaikan makna yang sama, tetapi sedikit berbeda dalam pemakaian kosakata maupun tata bahasa.
Bentuk-bentuk berikut dapat digunakan untuk mengawali pertanyaan detail.
  1. According to the passage… (Menurut bagian itu…)
  2. It is indicated that… (Hal ini menunjukkan bahwa …)
  3. It is stated… (Hal ini dinyatakan …)
  4. All of the following are mentioned EXCEPT… (Semua yang disebutkan berikut KECUALI…)
  5. Which of the following is NOT supported by… (Mana dari berikut ini TIDAK didukung oleh…)
  6. The passage states that… (Bagian ini menyatakan bahwa …)
  7. The author states that… (Penulis menyatakan …)
  8. What does the author say about… (Apa penulis katakan tentang…)

6. Pertanyaan temang Simpulan (Conclusion)
Simpulan merupakan rangkuman dari bacaan. Simpulan terletak pada bagian akhir bacaan.
Contoh pertanyaan simpulan:
  1. It can be concluded that… (Dapat disimpulkan bahwa…)
  2. What is the conclusion ofthis text? (Apa simpulan dari bacaan ini?)
  3. We can conclude that… (Kita dapat menyimpulkan bahwa …)
  4. It can be inferred that (Dapat disimpulkan bahwa…)
  5. What can be inferred from the passage? (Apa yang bisa disimpulkan dari bacaan itu?)
  6. It can be inferred from the passage that… (Dapat disimpulkan dari bacaan bahwa …)
  7. The author infers that… (Penulis menyimpulkan bahwa…)
  8. What can we infer from the text? (Apa yang bisa kita simpulkan dari teks?)

7. Pertanyaan tentang Rujukan Kata (Reference)
Kata-kata pronouns seperti: he-him-his-himself, she-her-hers-herself, dan sebagainya, digunakan oleh penulis untuk mengganti kata benda yang baru saja disebutkan sehingga tidak harus mengganti dengan kata benda yang sama. Penulis cukup menggunakan reference.

Kata acuan seringkali, tetapi tidak selalu, berupa pronomina atau pronouns. Kata ini dapat mengacu pada satu nomina (noun) atau satu frasa nomina (noun phrase) yang tersusun dari beberapa kata.

Sumber:
https://www.pustakabahasainggris.com/strategi-tips-dan-trik-menjawab-tes-toefl-reading-comprehension/ 
Minggu, 28 April 2019

Tugas 3

STRUKTUR

Jenis pertanyaan struktur merupakan pertanyaan dengan pilihan berganda dimana diperlukan pengetahuan tentang grammar. Untuk membantu mengerjakan pertanyaan struktur terdapat 10 strategi yang dapat diikuti yaitu :
STRATEGI 1 : SUBJEK DAN KATA KERJA (SUBJECTS DAN VERBS)
Secara umum, kalimat dalam Bahasa Inggris seharusnya mempunyai Satu Subjek dan Satu Kata Kerja. Pertanyaan yang sering muncul dalam soal-soal TOEFL yaitu dihilangkannya subjek atau kata kerja atau kedua-duanya. Kadang-kadang kalimat dalam soal suka menambahkan subjek atau kata kerja yang tidak perlu.
  • Dalam kalimat Bahasa Inggris sedikitnya mempunyai 1 SUBJEK dan 1 KATA KERJA
  • Mencari Subjek dan Kata Kerja dalam kalimat 
Untuk memudahkan pelajaran-pelajaran selanjutnya maka perlu diberi tanda pembeda setiap Subjek, kata kerja dll.
  • SUBJEK diberi garis bawah Satu
  • K. KERJA diberi garis bawah dua
  • K. KETERANGAN diberi garis putus-putus
  • K. SIFAT diberi garis bergelombang
STRATEGI 2 : OBJECT OF PREPOSITION 
  • Object of Preposition yaitu suatu kata yang mengikuti kata benda atau kata sifat
  • Jika suatu kata/kalimat merupakan object of preposition, maka kata/kalimat tersebut bukan merupakan subjek
STRATEGI 3 : PRESENT PARTICIPLES
  • Penambahan  gerund (–ing)  pada kata kerja
  • Merupakan bagian dari KATA KERJA bila terdapat bentuk be  (is,are,were) di DEPAN KATA KERJA tersebut
  • Merupakan KATA SIFAT bila TIDAK terdapat bentuk be (is,are,were) di DEPAN kata kerja.
STRATEGI 4 : PAST PARTICIPLES
  • Penambahan–ed pada kata kerja atau KK-2
  • Merupakan bagian dari KATA KERJA bila dimulai dengan kata have  atau be 
Contoh past participle sebagai kata kerja:
Kedua kalimat merupakan bagian dari kata kerja. Pada kalimat pertama, kata left merupakan bagian dari kata kerja karena didahului oleh kata has, demikian juga pada kalimat kedua, kata taught didahului dengan were
Contoh past participle sebagai kata sifat: 
Langkah pertama, TETAP harus dicari SUBJEK dan K. KERJA. Pada kalimat pertama diindentifikasi kata The Letter sebagai Subjek dan was sebagai kata kerja. Sehingga past participle untuk kata left berbentuk kata sifat.
STRATEGI 5: COORDINATE CONNECTORS
Banyak kalimat dalam Bahasa Inggris yang mempunyai lebih dari 1 kalimat. KALIMAT merupakan sekumpulan dari kata-kata yang mempunyai subjek dan k. kerja. Untuk dapat menghubungkan kalimat satu dengan yang lain diperlukan suatu KATA PENGHUBUNG di antara kedua kalimat tersebut.

STRATEGI 6: PENGHUBUNG KATA KETERANGAN (ADVERB)
Penggunaan adverb clause (kalimat k.keterangan) dalam kalimat bahasa Inggris memiliki 2 bentuk penulisan. Contoh bentuk-bentuk tersebut :
  1. He is tired because he has been working hard
  2. Because he has been working hard, he is tired 
Masing-masing contoh kalimat di atas memiliki 2 kalimat yaitu he is tired dan he has been working. Kalimat he has been working merupakan ADVERB CLAUSE karena dihubungkan dengan kata enghubung yaitu because.
Hal yang perlu diperhatikan yaitu apabila kata penghubung dimulai pada AWAL kalimat maka diperlukan koma (,) setelah kalimat pertama. Terlihat seperti pada contoh nomor 2
STRATEGI 7 : NOUN CLAUSE CONNECTORS
Noun clause adalah sebuah kalimat yang berfungsi sebagai benda (noun). Dikarenakan berfungsi sebagai benda, maka noun clause dalam kalimat sebagai objek setelah kata kerja (jika mengikuti kata kerja) atau sebagai object of preposition (jika mengikuti preposition)
Pada contoh pertama terdapat 2 kalimat yaitu I don’t know dan he said such things dengan penghubung kalimat yaitu kata why. Diletakkannya kata why di antara 2 kalimat tersebut menjadikan kalimat he said such things sebagai objek dari kata kerja don’t know.
Pada kalimat kedua, terdapat 2 kalimat yaitu I am thinking dan he said such things dan  juga dihubungkan dengan kata why seperti pada kalimat pertama. Why berfungsi sebagai pengubah kalimat he said such things sebagai objek dari preposisi karena kalimat tersebut mengikuti kata about sebelumnya.
JENIS-JENIS KATA PENGHUBUNG UNTUK NOUN CLAUSE
  • What, when, where, why, how
  • Whether, if
  • That
STRATEGI 8 : NOUN CLAUSE CONNECTOR/SUBJECTS
Penghubung noun clause selain sebagai penghubung dapat juga sebagai SUBJEK. Contoh dalam kalimat yaitu :
Dalam contoh pertama, terdapat 2 kalimat yaitu I know dan what happened yesterday. 2 kalimat ini dihubungkan dengan kalimat what. Sehingga perlu diperhatikan bahwa kata what mempunyai 2 fungsi yaitu sebagai PENGHUBUNG dan SUBJEK.
STRATEGI 9 : ADJECTIVE CLAUSE CONNECTORS (kata sifat)
Kalimat adjective clause yaitu kalimat yang menggambarkan kata benda (noun). Dikarenakan kalimat ini bersifat kata sifat, maka kalimat ini ditempatkan langsung dengan kata benda yang akan digambarkan.
Dalam contoh pertama, terdapat 2 kalimat yaitu this is dan I want. Kata that merupakan penghubung antara 2 kalimat. Kalimat that I want to buy merupakan kalimat penjelasan dari kata benda yaitu house pada kalimat pertama.
Untuk contoh kedua, terdapat 2 kalimat yaitu The house is dan I want. Kata that merupakan penghubung antara 2 kalimat. Kalimat that I want to buy merupakan kalimat penjelasan dari kata benda yaitu house pada kalimat pertama
STRATEGI 10 : ADJECTIVE CLAUSE CONNECTOR/SUBJEK
Strategi ini pada prinsipnya sama dengan strategi ke 9, tetapi terkadang kata penghubung dapat berfungsi sebagai Subjek. Jenis-jenis kata penghubung yang berfungsi sebagai subjek yaitu whom, which dan that.
Dalam contoh terlihat bahwa kalimat di atas terdiri dari 2 kalimat yaitu the house seems like a great house dan that is quite expensive. Kata that berfungsi sebagai kata penghubung dan subjek untuk kalimat kedua.

Senin, 08 April 2019

Tugas 2

STRUKTUR SOAL TES TOEFL LISTENING COMPREHENSION


Bagian listening comprehension terdiri dari tiga bagian dengan 50 pertanyaan.
1. Bagian A (Part A) terdiri dari 30 pertanyaan (short conversation/dialogue)
2. Bagian B (Part B) terdiri dari 7 sampai 8 pertanyaan (long conversation)
3. Bagian C (Part C) terdiri dari 11 sampai 13 pertanyaan (talk).
Untuk menjawab 50 pertanyaan tersebut, Anda diberi waktu 35 - 45 menit. Jadi, Anda memiliki waktu antara 12-15 detik untuk menjawab 1 soal.
Semua soal akan diperdengarkan melalui tape dan tidak ada headphone, melainkan menggunakan speaker (pengeras suara) yang telah dipersiapan untuk tes TOEFL. Pembicara dalam tape menggunakan pengucapan dan ekspresi American English yang ucapan maupun ekspresinya agak berbeda dengan British English. Anda perlu sekali memahami perbedaannya, terutama cara pengucapannya. Pengetahuan yang cukup mengenai perbedaan bahasa Inggris British dan bahasa Inggris Amerika khususnya dalam hal pronunciation (pengucapan) akan sangat mendukung kemampuan Anda dalam mengerjakan tes Listening Comprehension.

Short Conversation (Part A).

Pada Part A, Anda akan mendengar sekitar 30 percakapan pendek (short conversation/dialog) antara dua orang dan setiap satu percakapan akan diikuti oleh satu pertanyaan. Rata-rata satu pembicara hanya berbicara satu kali. Ketika Anda mendengarkan percakapan, Anda harus memperhatikan dengan cermat ungkapan yang diucapkan oleh pembicara kedua, karena biasanya kata kunci untuk menjawab berada pada kalimat yang diucapkan oleh pembicara kedua.
Pembicara kedua biasanya akan memberikan informasi penting yang membuat Anda bisa menjawab pertanyaan. Setelah satu percakapan selesai Anda akan mendengar sebuah pertanyaan. Empat pilihan jawaban sudah tersedia dalam lembar soal. Semua jawaban disusun secara gramatikal, dan tampaknya semua benar. Namun sebenarnya HANYA ADA SATU jawaban yang benar. Anda iya diberi waktu 10 sampai 12 detik untuk menjawab setiap soalnya.

TIP DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART A
  1. Fokuskan pendengaran Anda pada orang kedua.
  2. Jangan panik jika tidak bisa memahami kata demi kata dalam percakapan secara komplit. Anda hanya perlu menangkap ide atau isi percakapan.
  3. Bila anda sama sekali tidak bisa memahami apa yang dibicarakan pembicara kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang Anda dengar.
  4. Pahami bentuk-bentuk functional expression seperti agreement (persetujuan), uncertainty (ketidakpastian), suggestion (saran), surprise (keterkejutan), idiomatic expression, dan situasi ketika pembicaraan dilakukan.
A. Setiap pertanyaan dimulai dengan question words (kata-kata tanya) terutama:
  1. What (Apa/Apa yang/Berapa);
  2. Where (Di mana atau Ke mana); dan
  3. When (Kapan).
B. JARANG SEKALI pertanyaan dimulai dengan:
  1. Why (Mengapa);
  2. Which (Yang mana);
  3. Who (Siapa/Siapa yang); atau
  4. How (Bagaimana/Berapa).
Berikut ini adalah beberapa penggunaan kata tanya yang sering muncul pada Tes TOEFL Listening hension Section Part A.
  1. What does the (man/woman) mean?
    (Apa maksud dari (laki-laki/wanita) tersebut?)
  2. What will the (man/woman) probably do (next)?
    (Apa yang mungkin akan dikerjakan oleh (laki-laki/wanita) tersebut (berikutnya)?)
  3. What will the speakers do?
    (Apa yang akan dilakukan oleh pembicara?)
  4. What is the (man/woman) going to do?
    (Apa yang akan dikerjakan oleh (laki-laki/wanita) tersebut?)
  5. What does the (man/woman) plan to do?
    (Apa yang (laki-laki/wanita) tersebut rencanakan?)
  6. What does the (man/woman) imply about...?
    (Apa yang diimplikasikan oleh (laki-laki/wanita) tersebut tentang...?)
  7. What is the (man's/woman's) problem ?
    (Apa masalah (laki-laki/wanita) tersebut?)
  8. What problem does the (man/woman) think the (man/woman) has?
    (Masalah apa yang menurut (laki-laki/wanita) tersebut dimiliki oleh (laki-laki/wanita) itu?)
  9. What are the speakers talking about?
    (Apa yang sedang dibicarakan oleh para pembicara?)
  10. What does the (man/woman) suggest that the (man/woman) do?
    (Apa saran yang diberikan oleh (laki-laki/wanita) tersebut yang seharusnya dikerjakan oleh (laki-laki/wanita) itu?)
  11. What does the (man/woman) say about...?
    (Apa yang dikatakan oleh (laki-laki/wanita) tersebut tentang...?)
  12. What does the (man/woman) think about...?
    (Apa yang dipikirkan oleh (laki-laki/wanita) tersebut tentang...?)
  13. What had the (man/woman) assumed about...?
    (Apa yang telah diasumsikan oleh (laki-laki/wanita) tersebut tentang...?)

Long Conversation (Part B)

Pada Part B, Anda akan mendengar sebuah percakapan panjang (long conversation/dialogue) antara dua orang dan setiap satu percakapan panjang akan diikuti oleh beberapa pertanyaan.

TIP DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART B
  1. Ketika narator membacakan petunjuk untuk PartB Anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memperkirakan tema apa yang akan menjadi perbincangan.
  2. Ketika menyimak conversation, Anda harus mengetahui tema/topik yang dibicarakan.
  3. Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan.
  4. Cermati kondisi dan situasi yang terjadi seiama percakapan berlangsung, yakni menyangkut tempat dan waktu pembicaraan, apa dan siapa yang dibicarakan.
Teks lisan setiap percakapan panjang terdiri atas 140 s.d. 290 kata dan berlangsung sekitar 40 sampai 80 detik. Topiknya bersifat lebih akademis bila dibandingkan dengan Part A dan materinya berbicara seputar sejarah, ilmu pengetahuan atau organisasi universitas, dan kadang-kadang Anda perlu memperhatikan informasi yang berKaitan dengan angka-angka yang terdapat dalam percakapan ini. Di sini, Anda memiliki waktu kira-kira 12 detik untuk menjawab beberapa pertanyaan dalam satu percakapan panjang.Setelah percakapan panjang selesai, Anda akan mendengar beberapa pertanyaan yang diucapkan sekali. Pertanyaan tersebut biasanya dimulai dengan kata-kata tanya (question words) terutama:
  • What (Apa/Apa yang/Berapa)
  • Why (Mengapa)
  • How (Bagaimana/ Berapa, Bagaimana)
  • Who (Siapa)
  • Where (Di mana, Ke mana)
  • Whom (Kepada/Dengan Siapa) 
Contoh pprtanyaan-pertanyaan yang sering diperdengarkan Part B ini antara lain:
  1. What is the main topic of this conversation?
    (Apa topik utama percakapan ini?)
  2. Where does the conversation take place?
    (Di mana percakapan in berlangsung?)
  3. When did it occur?
    (Kapan ini terjadi?)
  4. What will the man probably do next?
    (Apa yang mungkin akan dilakukan pria itu kemudian?)
  5. How does the woman decide to buy a ?
    (Bagaimana wanita itu memutuskan untuk membeli...?)
  6. Who is the guest speaker?
    (Siapa pembicara tamu itu?)

Talk (Part C)

Pada Part C, Anda akan mendengarkan ceramah pendek (a short lecture/talk) dan setiap satu mah pendek akan diikuti oleh beberapa pertanyaan. Biasanya setelah kuliah atau ceramah Jek, Anda akan mendengar 3 (tiga) sampai 7 (tujuh) pertanyaan.

TIP DAN TRIK MENJAWAB SOAL PART C
Bila Anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya.
Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topik bagi kalimat-kalimat selanjutnya.
Fokuskan pendengaran Anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5W (what, who, when, where, why) dan How.
Buatlah kesimpulan/inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.
Teks lisan setiap ceramah terdiri atas 140 sampai 290 kata dan berlangsung sekitar 40 sampai 80 detik.Topiknya bersifat lebih akademis bila dibandingkan dengan Part A dan materinya berbicara tar sejarah, ilmu pengetahuan, atau organisasi universitas, dan kadang-kadang Anda perlu perhatikan informasi yang berkaitan dengan angka-angka yang terdapat dalam percakapan/kuliah ini. Di sini, Anda memiliki waktu kira-kira 12 detik untuk menjawab beberapa pertanyaan n satu ceramah.
Setelah ceramah selesai, Anda akan mendengar beberapa pertanyaan yang diucapkan sekali. Pertanyaannya biasanya dimulai dengan Question Words (kata-kata tanya) terutama:
  • What (Apa/Apa yang/Berapa),
  • How (Bagaimana/ Berapa, Bagaimana),
  • Where (Di mana, Ke mana),
  • Why (Mengapa)
  • Who (Siapa), dan
  • Whom (Kepada/Dengan siapa)
Contoh pertanyaan-pertanyaan yang sering diperdengarkan dalam Part C ini meliputi main ideas, details, purpose, and implication:
  1. Pertanyaan tentang main idea (pikiran utama) biasanya meliputi:
  2. - What is the main idea of the talk?
    (Apa pikiran utama dari percakapan tersebut?)
    - What is the talk mainly about?
    (Tentang apa percakapan tersebut?)
    - What are the speakers discussing?
    (Apa yang sedang dibicarakan oleh para pembicara?)
    - What would be a good title for the lecture?
    (Judul apa yang baik untuk kuliah tersebut?)
  3. Pertanyaan mengenai detail percakapan (details) biasanya meliputi:
  4. - What does the man/woman say about...?
    (Apa yang dikatakan laki-laki/wanita tersebut tentang...?)
    - What does the man/woman want?
    (Apa yang diinginkan laki-laki/wanita tersebut?)
    - What does the man/woman suggest about...?
    (Apa saran laki-laki/wanita tersebut tentang...?)
    - What is the man/woman describing?
    (Apa yang laki-laki/wanita tersebut deskripsikan?)
  5. Pertanyaan mengenai tujuan (purpose) biasanya meliputi:
  6. - Why did...?
    (Mengapa (bentuk lampau)...?)
    - Why is... ?
    (Mengapa (bentuk kini)...?)
    - Why does the man/woman think...?
    (Mengapa laki-laki/wanita tersebut mengira...?)
    - Why does the speaker mention...?
    (Mengapa pembicara menyebutkan...?)
  7. Pertanyaan mengenai maksud atau implikasi (implication) biasanya meliputi:
  8. - What does the speaker imply about...?
    (Apa yang pembicara maksud tentang...?)
    - What does the speaker infer about...?
    (Apa yang pembicara simpulkan tentang...?)
    - What does the man/woman mean when he/she says...?
    (Apa yang laki-laki/wanita tersebut maksud ketika dia mengatakan...?)
  9. Pertanyaan lain pada bagian ini bisa saja meminta Anda untuk memilih gambar, mencocokkan pertanyaan, dan mengelompokkan jawaban berdasarkan kategori. Contohnya:
  10. - You may be asked to pick out the correct drawing from what was described in words.
    (Anda mungkin diminta untuk memilih gambar yang sesuai dengan apa yang dideskripsikan dengan kata-kata.)
    - You may be asked to match two concepts together.
    (Anda mungkin diminta untuk mencocokkan dua konsep bersama-sama)
    - You may be asked to determine the sequence of events.
    (Anda mungkin diminta untuk menentukan urutan kejadian)
    - you may be asked to categorize certain concepts.
    (Anda mungkin diminta untuk mengkategorikan konsep tertentu)
Sumber :
http://www.geniustoefl.com/artikel-ilmu-kunci-toefl/artikel/listening-comprehension/tips-belajar-soal-tes-toefl-listening-comprehension
Jumat, 22 Maret 2019

Tugas 1

1. Apa itu TOEFL?

TOEFL sendiri adalah singkatan dari Test of English as a Foregn Language. Dengan kata lain pengertian TOEFL sendiri adalah test yang biasanya digunakan guna mengetahui tingkat kemampuan seseorang, tentang bahasa Inggris yang dimilikinya. Tes ini sendiri ditujukan untuk mereka yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu, atau juga negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau juga bahasa kedua mereka.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, tes ini sendiri ditujukan sebagai salah satu syarat bagi kamu yang ingin melanjutkan sekolah ke negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar atau bahasa ibu.

Jenis-jenis TOEFL

Setelah mengenal pengertian TOEFL, berikutnya kamu harus mengenal aneka tes TOEFL yang dikeluarkan oleh ETS (Educational Testing Service). Tes ini sendiri dibagi menjadi 3 jenis, adapun jenis-jenis TOEFL tersebut, antara lain :

1. PBT TOEFL

PBT sendiri singkatan dari Paper based Test, seperti namanya test ini menggunakan kertas sebagai alat tes yang dilakukan. Tes jenis ini adalah sistem, tes pertama yang digunakan oleh ETS. Ketika melakukan tes menggunakan PBT ini, peserta akan diberikan 3 macam tes, yaitu structure, listening dan juga reading.

Untuk rentang skor yang diberikan pada tes jenis ini, adalah 310 hingga 677. Sedang rentang waktu yang diberikan untuk mengikuti tes ini sekitar 2 hingga 2,5 jam. Sejak tahun 2006 silam, tes seperti ini sudah tidak berlaku lagi, di Indonesia.
2. CBT TOEFL

CBT sendiri singkatan dari Computer Based Test, seperti namanya, tes yang satu ini dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer, berkat adanya software tertentu. Sistem ini sendiri muncul sejak tahun 1998 silam. Adapun jenis tes yang harus dijalani oleh para peserta, antara lain structure, listening, reading, dan writing. Untuk sistem yang satu ini rentan skor yang akan diperoleh para peserta mulai dari 0 hingga 300. Sedangkan jangka waktu yang diberikan sekitar 2 hingga 2,5 jam.

3. IBT TOEFL

IBT sendiri adalah singkatan dari Internet Based Test, ini adalah test yang sedang popular saat ini. Sama seperti sistem CBT TOEFL, sistem yang satu ini juga berbasis komputer, hanya saja test yang dilakukan terhubung dengan jaringan internet, atau istilah lainnya online. Sistem ini sendiri mulai dipublikasikan sekaligus digunakan sejak tahun 2005 silam. Tapi di Indonesia, sistem ini baru digunakan sejak tahun 2006.

Berbagai ujian yang harus peserta jalankan adalah writing, reading, listeing dan juga speaking. Meskipun sistem ini cukup populer, tapi saat ini masih banyak negara yang masih menggunakan sistem PBT.

Bagian-bagian tes TOEFL

Untuk lulus dalam ujian TOEFL, terutama untuk test IBT TOEFL. Kamu harus mengikuti beberapa jenis ujian, antara lain :

1. Reading

Ini adalah sesi dimana kamu, akan diberikan 4 hingga 6 teks tingkat universitas. Kamu harus membacanya dengan baik, sebelum menjawab berbagai pertanyaan dengan menggunakan pilihan ganda. Tujuan dari ujian ini, agar kamu memahami tesk, kosakata bahasa, gagasan utama, makna, kesimpulan dan hal lainnya.

2. Listening

Ini adalah sesi dimana kamu harus mendengarkan 2 hingga 3 jenis percakapan dan juga 4 hingga 6 jenis kuliah yang harus disimak dengan baik, sebelum menjawab berbagai pertanyaan yang jawabannya pilihan ganda. Disini kamu harus menyimak kesimpulan, detail penting, intonasi serta kosakata bahasa yang digunakan.

3. Speaking

Speaking ini adalah salah satu jenis tes yang ada pada TOEFL IBT, kamu akan berbicara menggunakan microfon yang ada. Suara yang dihasilkan akan direkam, untuk didengarkan oleh para penilai. Akan ada 2 pertanyaan yang harus dijawab dengan baik, menggunakan ringkasan informasi dari teks yang telah dibaca.

4. Writing

Pada sesi ini, kamu harus menulis sebuah esai pendek. Dimana 1 opini akan membahas tentang topik umum, seperti tinggal dimana dan mengapa. Sedang opini lainnya berupa ringkasan informasi dari teks ceramah atau kuliah. Keduanya harus saling berkaitan, kamu harus dapat membandingkan serta membedakan, kemudian memaparkan informasi tersebut.

2. Perbedaan Toefl ITP dan IBT

Tabel Perbedaan ITP dan IBT 
Institutional Testing Program (ITP) Internet Based Test (IBT)
Komposisi Tes Listening comprehension, Structure and written expression, Reading comprehension reading, listening, speaking, dan writing
Format Tes paper-based test (PBT) computer-based test (CBT). Selain itu TOEFL iBT juga merupakan tes online
Skala Penilaian Setiap bagian bernilai 30 – 60 Total skor berkisar 300 – 670 Setiap bagian bernilai 0 – 30 Total skor berkisar 0 – 120
Biaya Tes $30 $195
Biaya Tes Banyak lembaga yang sudah resmi menjadi host tes ITP, diantara PPB UGM, PBFEB UGM, Cilacs UII, dll. Cilacs UII dan IONS International Education

Sumber:
https://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/toefl-bahasa-inggris.aspx
http://edupacindonesia.com/edupac_news/4-jenis-toefl-test/
http://putriprmata.wixsite.com/blog/single-post/Bedah-Tuntas-Perbedaan-TOEFL-ITP-TOEFL-IBT-dan-IELTS
Selasa, 26 Februari 2019

Post Test Cobit


Adakah tools lain untuk melakukan audit TI (Teknologi Informasi)? Jika ada sebutkan.


Definisi Audit Teknologi Informasi (IT AUDIT)
Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya. –Wikipedia
Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

IT Audit Tools (Software)
Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi
a.    ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
b.   Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
·      Menganalisis data keungan, data karyawan
·      Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam database
·      Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
·      Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
·      Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.

c.    Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
d.   Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
e.    Nessus
Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan
f.     Metasploit
Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.


g.    NMAP
NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)
h.   Wireshark
Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.