Copyright © Muhammad Abdan Syakuran
Design by Dzignine
Kamis, 06 April 2017

Analisis Sistem Informasi Website Rumah Sakit Hasan Sadikin


Sistem informasi terdiri dari dua kata, yaitu System dan Information. Sistem adalah kumpulan elemen yang berintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Davis, 1999).
Sedangkan sistem informasi rumah sakit adalah sebuah aplikasi yang dapat memberikan informasi tentang rumah sakit baik secara umum atau khusus. Berikut contoh dari Sistem Informasi Website Rumah Sakit Hasan Sadikin.

 Kelebihan :
1.     Memudahkan masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang rumah sakit hasan sadikin bandung.
2.     Memiliki pendaftaran secara online, dapat dilihat di http://reservasi.rshs.or.id/
3.     Sangat lengkap, dari tentang Rumah Sakit Hasan Sadikin (sejarah, visi misi, dll), fasilitas, serba serbi RSHS (kabar berita, tarif, testimonial, dll), jadwal pelayanan, kontak, rujukan nasional, hingga index kepuasan masyarakat.
4.     Interface yang bagus dan user friendly, dapat dilihat di http://web.rshs.or.id/
5.     Slider homepage dengan foto yang menarik dan alamat rumah sakit dengan google maps pada slider

Kekurangan :
1.     Bagian navbar kurang rapih
2.     Membuat suatu survey untuk komentar dan saran dari pasien agar lebih cepat berkembang, jadi dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat
3.     Menambahkan pilihan bahasa selain bahasa Indonesia, karena tidak selalu masyarakat Indonesia yang menjadi pasien di rumah sakit tersebut

Sabtu, 11 Maret 2017

Analisis Pengembangan Sistem Informasi Registrasi Rumah Sakit



Kesimpulan Hasil dan Pembahasan Artikel Publikasi Ilmiah
A.    Sistem Yang Sedang Berjalan
Kegiatan pendaftaran pasien menggunakan program aplikasi berbasis web bernama Sistem Informasi Rumah Sakit Umum Asy-Syifa. Petugas pendaftaran juga mencatat data pasien pada buku register pasien sebagai acuan pembuatan laporan di Microsoft Office Excel. Pembuatan laporan masih dikerjakan secara manual dikarenakan program aplikasi yang ada sering mengalami system error.
B.    Input
Dengan program aplikasi sistem informasi registrasi pasien ini, kegiatan input data pasien tentunya lebih mudah dan praktis apabila dibandingkan dengan cara manual, karena cukup dengan melilih pilihan saja tanpa perlu mengetik lagi. Jenis pasien terdiri dari dua jenis, yaitu pasien baru dan pasien lama. Jenis kunjungan terdiri dari dua macam, yaitu kunjungan baru (pasien lama yang berkunjung/berobat dengan diagnosa yang berbeda dengan kunjungan sebelumnya) dan kunjungan lama (pasien lama yang berkunjung/berobat dengan diagnosa yang sama dengan kunjungan sebelumnya). Cara bayar yang diterapkan saat ini hanya umum, belum melayani jaminan kesehatan.
C.    Process
Dalam program aplikasi ini, sistem akan secata otomatis mengolah data yang telah dimasukkan kedalam database sistem, akan tetapi laporan yang dihasilkan tidak sesuai dengan data yang telah tersimpan sehingga petugas harus melakukan pemilahan data secara manual.
D.   Output
Output yang dihasilkan dari program aplikasi ini berupa cetakan laporan yang meliputi laporan pasien. Masih terdapat kekurangan dalam program aplikasi ini, yaitu masih terdapat beberapa laporan yang tidak sesuai dengan data yang telah tersimpan

Note : untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di sumber

Kelebihan
1.     Sudah menerapkan sistem komputerisasi yang dapat menghemat biaya karena mengurangi penggunaan kertas.
2.     Menggunakan komputer server, jadi file-file dapat diakses secara bersamaan.
3.     Keamanan dengan menggunakan username dan password untuk login petugas.

Kekurangan
1.     System error pada program aplikasi berbasis web Sistem Informasi Rumah Sakit Umum Asy-Syifa.
2.     Pasien harus menunggu antrian saat pendaftaran dan pemeriksaan oleh dokter.
3.     Penginputan identitas pasien sebanyak tiga kali pada web aplikasi, buku register, dan Microsoft Office Excel yang membuat pekerjaan petugas semakin lama.

Analisis pengembangan sistem informasi registrasi pasien
1.     Mengembangkan program aplikasi berbasis web dengan memasukkan unsur registrasi sendiri oleh pasien. Jadi meringankan pekerjaan petugas registrasi, karena petugas hanya melakukan registrasi untuk pasien yang tidak mengerti teknologi. Karena zaman sekarang kemajuan iptek semakin pesat dan orang yang gagap teknologi pun berkurang jumlahnya.
2.     Pembayaran pemeriksaan oleh dokter secara online baik dengan transfer antar bank, pembayaran melalui supermarket, dll.
3.     Pemberian resep obat langsung kepada apoteker dari dokter dengan program aplikasi dan pemberian nomor urut oleh dokter kepada pasien untuk pengambilan obat. Jadi resep obat dapat langsung dicari saat pemeriksaan selesai tanpa harus menyuruh pasien memberikan resep obat secara manual kepada apoteker. Pasien pun hanya tinggal membayar biaya obat kepada apoteker dan menunggu sebentar hingga resep obat yang dicari selesai.
4.     Gambaran pengembangan sistem informasi registrasi pasien secara online :
a.     User Melakukan pendaftaran akun yang diharuskan mengisi indentitas secara lengkap termasuk pembuatan username dan password. Agar lebih mudah username dibuat menggunakan email dan bila pasien lupa dengan password dapat melakukan reset password, dimana password yang direset dikirim ke email.
b.     User login dengan memasukkan username dan password masing-masing.
c.     User melakukan pendaftaran sebagai pasien rumah sakit dengan memilih tanggal pemeriksaan dan dokter spesialis yang sesuai dengan penyakit yang diderita.
d.     Pasien mendapat nomor urut, nama dokter, dan perkiraan waktu dipanggil untuk pemeriksaan oleh dokter. Dengan adanya perkiraan waktu dipanggil untuk pemeriksaan, maka pasien tidak harus bosan menunggu di rumah sakit terlalu lama dan mengurangi antrian yang panjang.
e.     Pasien diperiksa oleh dokter. Setelah selesai pasien menerima biaya obat dan nomor urut pengambilan obat.
f.      Pasien membayar biaya obat kepada apoteker dan menunggu sebentar hingga resep obat yang dicari selesai.


Kamis, 26 Januari 2017

ITIL

 

A. Pengertian ITIL
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

Versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

1. Service Strategy
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tetapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
  1. Service Portfolio Management
  2. Financial Management
  3. Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.

Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

2. Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan. Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
  1. Service Catalog Management
  2. Service Level Management
  3. Supplier Management
  4. Capacity Management
  5. Availability Management
  6. IT Service Continuity Management
  7. Information Security Management
3. Service Transition
Menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
  1. Transition Planning and Support
  2. Change Management
  3. Service Asset & Configuration Management
  4. Release & Deployment Management
  5. Service Validation
  6. Evaluation
  7. Knowledge Management
4. Service Operation
Merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
  1. Event Management
  2. Incident Management
  3. Problem Management
  4. Request Fulfillment
  5. Access Management
5. Continual Service Improvement
Memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

B. Tujuan ITIL
Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan. (Sumber:  Anonim1)

C. Keuntungan ITIL
Menurut Cartlidge (2007, p8), beberapa keuntungan dari ITIL, antara lain :
  1. Meningkatkan kepuasan pengguna dan pelanggan terhadap layanan IT
  2. Memperbaiki ketersediaan layanan, yang berpengaruh secara langsung dalam meningkatkan keuntungan dan pendapatan bisnis.
  3. Menghemat keuangan, dari pengurangan kerja, kehilangan waktu
  4. Memperbaiki manajemen sumber daya dan keguanaan
  5. Memperbaiki pembuatan keputusan dan mengoptimalkan resiko
  6. Memperbaiki waktu terhadap pasar untuk produk baru dan layanan

Cobit 5

 

A. Pengertian Cobit
     COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT Governance yang dapat membantu auditor pengguna (user) dan manajemen untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan control dan masalah-masalah teknis IT.
     COBIT versi 5 atau dikenal dengan nama COBIT 5 adalah sebuah versi terbaru dari Framework COBIT ISACA yang menyatukan cara berpikir yang mutakhir di dalam teknik-teknik dan tata kelola IT perusahaan. COBIT 5 dibangun berdasarkan pengembangan dari COBIT 4.1 dengan mengintegrasikan Val IT dan Risk IT dari ISACA, ITIL, dan standar-standar yang relevan dari ISO. COBIT 5 terdiri atas processes reference model, praktik governance dan management serta sekumpulan tools yang menjadi enabler untuk mendukung governance dari sebuah organisasi. COBIT 5 menyediakan panduan dalam pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan penggunaan informasi dan teknologi untuk mendukung dan mencapai objektif dari organisasi. COBIT 5 memungkinkan IT untuk dikelola di perusahaan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kepentingan dari stakeholder internal maupun eksternal.

B. Prinsip Cobit 5
  1. Pemenuhan kebutuhan Stakeholder
  2. Meliputi seluruh bagian dari sebuah enterprise
  3. Penggunaan sebuah framework terintegrasi
  4. Pendekatan yang menyeluruh
  5. Memisahkan governance dengan manajemen
C. Kategori pada Cobit 5 sebagai enablers
  1. Prinsip-prinsip, kebijakan-kebijakan, dan framework, adalah sarana untuk menerjemahkan tingkah laku yang diinginkan ke dalam petunjuk praktek untuk pelaksanaan manajemen harian.
  2. Proses, menjelaskan kumpulan terorganisasi dari praktek-praktek  dan aktifitas-aktiftas untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan menghasilkan sekumpulan keluaran di dalam dukungan pencapaian seluruh sasaran TI
  3. Struktur organisasi, entitas pembuatan keputusan kunci di dalam perusahaan
  4. Budaya, etika, dan tingkah laku, merupakan kebiasaan dari individu dan perusahaan yang sering dianggap sebagai faktor penghambat kesuksesan di dalam aktifitas tatakelola dan manajemen.
  5. Informasi, adalah sebuah kebutuhan untuk memastikan agar organisasi tetap berjalan dan dapat dikelola dengan baik. Tetapi di tingkat operasional, informasi seringnya digunakan sebagai hasil dari proses perusahaan
  6. Layanan, infrastruktur dan aplikasi, menyediakan layanan dan proses teknologi informasi bagi perusahaan
  7. Orang, keterampilan dan kemampuan, dibutuhkan untuk menyelesaikan semua aktifitas dan membuat keputusan yang tepat serta mengambil aksi-aksi perbaikan.
D. Maksud, tujuan, dan manfaat Cobit
  1. Menyediakan kebijakan yang jelas dan praktik-praktik yang baik untuk IT governance dalam organisasi tingkatan dunia
  2. Membantu senior management memahami dan memanage resiko-resiko terkait dengan TI. COBIT melaksanakannya dengan menyediakan satu kerangka IT governance dan petunjuk control objective rinci untuk managemen, pemilik proses business, users, dan auditors
  3. Membantu menemukan berbagai kebutuhan manajemen yang berkaitan dengan TI
  4. Agar dapat mengoptimalkan investasi TI Menyediakan ukuran atau kriteria ketika terjadi penyelewengan atau penyimpangan
  5. Dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan
  6. Dapat mendukung pencapian tujuan bisnis
  7. Dapat meminimalisasikan adanya tindak kecurangan atau fraud yang merugikan perusahaan yang bersangkutan
E. Kerangka Kerja Cobit
  1. Control Objectives
    Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu : planning & organization, acquisition & implementation, delivery & support, dan monitoring. 
  2. Audit Guidelines
    Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed  control  objectives) untuk membantu para auditor dalam  memberikan  management assurance atau saran perbaikan.
  3. Management Guidelines
    Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa  saja  yang mesti dilakukan, seperti : apa saja indicator untuk  suatu kinerja  yang bagus, apa saja resiko yang timbul, dan  lain-lain.
  4. Maturity Models
    Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0–5).
Minggu, 27 November 2016

Pemrograman Berbasis Blok

Blok adalah suatu fungsi yang melakukan tugas tertentu atau instruksi yang di eksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program.
Tujuan pembuatan blok/fungsi adalah :
  • Memudahkan dalam pembuatan program.
  • Menghemat ukuran program.
  • Menguraikan tugas pemrograman rumit menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana atau kecil.
  • Mengurangi duplikasi kode (kode yang sama ditulis berulang-ulang) dalam program.
  • Dapat menggunakan kode yang ditulis dalam berbagai program yang berbeda.
  • Memecah program besar menjadi kecil sehingga dapat dikerjakan oleh programmer-programmer atau dipecah menjadi beberapa tahap sehingga mempermudah pengerjaan dalam sebuah projek.
  • Menyembunyikan informasi dari user sehingga mencegah adanya perbuatan iseng seperti memodifikasi atau mengubah program yang kita buat.
  • Meningkatkan kemampuan pelacakan kesalahan, jika terjadi suatu kesalahan kita tinggal mencari fungsi yang bersangkutan saja dan tak perlu mencari kesalahan tersebut di seluruh program.
Pada bahasa pemrograman C++ dibutuhkan data dan fungsi/blok untuk dikombinasikan menjadi kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Bahasa C++ merupakan bahasa pemograman yang berasal dari bahasa awal C yang melalui proses penyempurnaan. Bahasa C++ dikenal sebagai bahasa yang rumit dan panjang di bandingkan dengan bahasa pemograman lainnya. Namun Bahasa C++ merupakan bahasa pemrograman yang cocok untuk pembuatan sebuah program, software, game yang berfokus pada performa.

Jenis-jenis blok fungsi pada C++
1. Void (Fungi tanpa nilai balik)
Fungsi yang void sering disebut juga prosedur. Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
Ciri-ciri dari jenis fungsi Void adalah sebagai berikut:
  • Tidak adanya keyword return.
  • Tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
  • Menggunakan keyword void.
  • Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya.
  • Tidak memiliki nilai kembalian fungsi
Contoh fungsi void :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void volume(int &vol, int p, int l, int t)
{ vol = p*l*t; }
main(){
int pj,lb,tg, hsl;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
volume(hsl,pj,lb,tg);
cout<<"\nVolume = "<<hsl;
getch();
}











2. Non Void (Fungsi dengan nilai balik)
Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut.
Ciri-ciri dari jenis fungsi non void adalah sebagai berikut:
  • Ada keyword return
  • Ada tipe data yang mengawali fungsi
  • Tidak ada keyword void
  • Memiliki nilai kembalian.
  • Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya
Contoh fungsi non void :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int volume(int p, int l, int t)
{ int vol;
vol = p*l*t;
return vol; }
main(){
int pj,lb,hsl,tg;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
hsl=volume(pj,lb,tg);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl;
getch();
}











Kamis, 17 November 2016

LATIHAN SOAL SOD

  1. Diskusikan hambatan-hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah indek Inversi untuk Multi-key file.
  2. Diskusikan hambatan-hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah indek untuk Multi-list file.
  3. Mengapa kebanyakan implementasi dari struktur alternate-key indek sequential menggunakan pendekatan inverted dibanding pendekatan multi-list ?
  4. Jelaskan permintaan (request) yang dapat dilayani oleh indeknya sendiri dalam sebuah inverted file ?
  5. Pada beberapa Multi-list file, setiap indek entry mencakup panjang dari linked list yang berkaitan. Jenis permintaan apa yang menguntungkan dengan informasi yang tersedia ini. 
  6. Diskusikan keuntungan dan kerugian dalam memberikan tanggung jawab kepada programmer aplikasi untuk merancang file yang digunakan untuk programmnya, dibanding memberikan tanggung jawab kepada orang lain.
Jawab
  1. Semakin banyak file maka akan banyak pula key untuk menunjukkan tiap ID ke key lain. Misal, file yang kita punya ada 5 dan akan dihubungkan dengan indek inversi, dan tiap file mempunyai 5 record, maka kita harus membuat 5 key sebagai primary dan 5 key lagi sebagai secondary. Maka dengan begitu total key yang kita harus dibuat ada 50 termasuk primary dan secondary, dan bagaimana bila ada 1000 record, akan semakin banyak pula key yang perlu dibuat.
  2. Multi-list file hanya mempunyai sebuah penunjuk untuk data record pertama dengan nilai key. Data record mempunyai penunjuk data record selanjutnya dengan nilai key dan seterusnya. Maka terdapat sebuah linked-list dari data record untuk setiap nilai dari secondary key. Hambatannya yaitu untuk sebuah penunjuk yang menunjuk ke alamat dimana data disimpan maka dibutuhkan banyak kunci, maka di tabel tersebut disimpan pula kunci-kunci atribut lainnya yang dibutuhkan.
  3. Karena pendekatan inverted penggunaannya lebih mudah dan sederhana dibentuk sebagai sebuah file karena sebuah key pada indek inversi mempunyai semua nilai key dan masing-masing nilai key mempunyai petunjuk ke record yang bersangkutan. Sedangkan pendekatan multi list membutuhkan banyak kunci dimana tabel tersebut disimpan pula kunci-kunci atribut lainnya yang dibutuhkan.
  4. Indek inversi mempunyai semua nilai key, masing-masing nilai key mempunyai penunjuk ke record yang diminta. Misal, sebuah indek inversi dengan nilai key SOCNO untuk sebuah relatif file dengan nilai key ID akan memberikan sebuah file yang dapat diakses oleh sebuah ID atau SOCNO secara langsung atau direct.
  5. Sebuah nilai key hanya mempunyai sebuah petunjuk untuk data record pertama dengan nilai key. Maka pada multi list file terdapat sebuah linked-list dari data record untuk setiap nilai dari seconary key, misal dalam pencarian sequential membutuhkan 5 data akses berarti memiliki 5 nilai keynya masing-masing.
  6. Keuntungannya yaitu programmer dapat lebih mengerti bagaimana rancangan file yang dibuat dan akan lebih mudah untuk pengaplikasiannya  kedalam sebuah program.Sedangkan kerugiannya yaitu, pekerjaan programmer akan terhambat karena terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan.